Mendidik Berarti Melakukan Internalisasi Budaya

Mendidik Berarti Melakukan Internalisasi Budaya

Source: http://malangraya.web.id/2009/01/17/mendidik-berarti-melakukan-internalisasi-budaya/

17 JANUARI 2009 NO COMMENT

Pendidikan selalu berhubungan dengan budaya, karena budaya ditransmisikan dari seseorang ke orang lain seperti halnya pendidikan. Mendidik berarti melakukan internalisasi budaya kepada orang lain. Islam meyakini, pendidikan bahkan sudah dimulai sejak manusia masih dalam kandungan.

Hal ini disampaikan Director of the Iranian Institute of Philosophy Iran, Prof Dr Gholamreza Aavani, dalam “Seminar on Education in Islamic Perspective and Pesisir Culture” di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kamis (15/1) kemarin.

Prof Dr George F McLean saat menyampaikan pandangannya mengenai pendidikan (Lailatul Rosida/MP)Prof Dr George F McLean saat menyampaikan pandangannya mengenai pendidikan (Lailatul Rosida/MP)

 

“Sesorang yang mengandung, kemudian menjaga diri dari makanan yang tidak halal, berarti sudah meyakini dan berusaha mendidik calon anaknya untuk menjadi anak yang bersih, itu contoh bahwa pendidikan sudah dimulai sejak manusia dalam kandungan,” ungkapnya.

Pendidikan dalam Islam dikatakannya memiliki nilai persahabatan, cinta kasih. Ini mengambil ontologi dari sifat Allah yang Rahman dan Rahim. Cinta Allah secara Rahman diberikan kepada semua umat agama, sedangkan Rahim hanya untuk kaum Muslimin. Untuk mengimplementasikan sifat Allah itu, di dalam sebuah keluarga maupun dalam lembaga, pendidikan harus memiliki spirit mencari hikmah. Aavani berpendapat, Syariah merupakan salah satu perspektif penting pendidikan dalam Islam dan adab (ethic) tak sekedar sebagai pendidikan yang bersifat materialistik tapi juga jiwa.

Seminar yang diselenggarakan atas kerjasama UMM, CRVP (Council for Research in Values and Philosophy), The Catholic University of America, The Islamic Collage (ICAS) Jakarta, Penerbit Mizan dibuka oleh Pembantu Rektor I UMM, Prof Dr Sujono. Seminar diikuti oleh tokoh masyarakat pesisir utara dan selatan Jawa, para pengajar dan dosen UMM, serta dari lembaga-lembaga.

Selain Aavani, para pembicara yang hadir adalah Prof Dr Ishomudin (UMM), Prof Dr George F McLean (Chatolic University of America, Washington DC), Asna Husein, PhD (IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh), Dr Arif Budi Wurianto (UMM), Prof Dr Yasin Muhammad (University of Western Cape, South Africa), David Hermawan, MPt (UMM).

Sementara itu, Prof Dr George F McLean, memaparkan filosofi pendidikan dalam tradisi katolik yang sebenarnya mirip dengan Islam. Dalam pandangannya, interaksi antara universitas sebagai pusat teori, dengan gereja (agama) sebagai pembawa etik, dan negara (regulasi) sangat penting dalam membentuk budaya. Dia memandang, inti ajaran Islam merupakan sesuatu di luar persoalan fisik (beyond phisical).

Pembicara lainnya yang juga Guru Besar Sosiologi Islam FAI UMM, Ishomudin mengkritik kebijakan pendidikan agama yang dipisah dari pendidikan umum di Indonesia merupakan sebuah dikotomi yang tidak perlu. Sebab, kenyataannya pemisahan itu tak diimbangi dengan kebijakan yang seimbang. “Anggaran dana Depag untuk madrasah-madrasah se Indonesia, tidak lebih besar dari anggaran Diknas untuk sebuah PTN, ini tidak fair,” katanya.

Dari sisi budaya pesisir, Arif Budi Wurianto dan David Hermawan, memaparkan seluk beluk budaya pesisir Jawa Utara dan Selatan. Arif mengatakan, budaya pesisir sebagai modal sosial kultural yang sangat menarik. Hal itu terlihat dari sisi ekologi, geografi, industri dan budaya yang khas pesisir yang berbeda spiritnya dengan masyarakat pedalaman (pegunungan). (oci) (Lailatul Rosida/malangpost)

Keywords: 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s